syl's posts with tag: ambil tanganku
24 August 2007 - 01:08:43 Ambil Tanganku, Kuambil Tanganmu Silahkan Download disini !
| Kalau datang gelombang, jangan membawa menyamping perahumu, apalagi membalikkan untuk mengubah tujuan. Gelombang seyogyanya harus dihadapi dan terantisipasi sambil kamu bertawakkal. Karena pada dasarnya, tidak ada gelombang yang tidak berlalu. PENULISAN buku ini seperti yang lalu-lalu, dua buku sebelumnya (Jangan Marah di Muara dan Berhentilah mengaduk Samudra), menjadi sebuah tantangan emi tantangan, dan kemudian tantangan itu akhirnya menyadarkan saya bahwa salah satu nikmat kehidupan yang ada adalah mampunya kita menghadapi problem yang tidak pernah putus itu. Dan, kalau bisa mendapatkan solusi, bahkan sukses keluar dari tantangan dan problem. Penulisan buku menjadi sebagian ”aborsi” dari himpitan problematik dan tantangan yang akhirnya bisa tertuang dalam ide – ide, paling tidak, sebagai konstribusi kpada masyarakat. Saya selalu melihat bahwa hidup ini memang tidak ada yang terus enak atau kata lain, tidak pernah lepas dari tantangan. Oleh karena itu, tidak ada samudra yang pasti tanpa gelombang tidak ada langit yang tanpa awan, dan semua itu adalah hukum alam dan sunnatullah.
|  | | Kalaulah kita mau menggapai pulau harapan di balik fatamorgana, harus berani melepaskan tambat perahu dari dermaga. Kita tidak harus takut kehilangan pandangan pantai yang indah saat sekarang ini. Bahkan kita mau bersabung menantang samudra dan badai yang ada. Kita tidak ragu kehilangan segalanya karena ada spirit, ada hati, ada budaya, ada adat, ada agama yang menjadi kompas kita.
Jika kita mau beranalogi, maka hidup itu bagaikan mengemudikan perahu, dimana kemudi, navigasi, adalah holistik-integratif. Itu juga bisa kita terapkan pda semua sisi kehidupan kita, semua aktivitas keseharian kita, dalam keluarga, organisasi, society, termasuk juga dalam pemerintahan. Oleh karena itu naseihat Ayah saya tentang, ”gelombang seyogyanya dihadapi” itu, menjadi bekal dan tekad saya menghadapi berbagai tantangan. Malah, segala tantangan dalam kehidupan ini merupakan dinamika kehidupan yang memberi kita tanda sebagai manusia yang hidup! Sebab, jangan sampai kita tidak sadar bahwa hakikat kehidupan itu antara lain menghadapi tantangan. Dengan demikian. Kalau kita mau menggapai harapan dan cita – cita, sekalipun dibalik di batas fatamorgana, kita tentu mau mencoba dan terus mencoba, belajar dan mengevaluasi diri, kemudian menuangkannya dalam ide-ide. Paling tidak, problematik hidup yang ada disekitar kita, bisa kita tahu potret dan mencoba merajut –rajut , merenda – renda jawaban, dan kita berharap itu bisa menjadi sebuah pembelajaran masyarakat guna menghadirkan learning society. Dan kalau itu menjadi learning society, maka pasti saja itu menjadi sebuah referensi yang pasti bermanfaat. |
| |