September 24th, 2007
Makassar, Tribun - Juru Bicara Gema Syahrul Mubarak (GSM) Imam Mujahidi Fahmid berharap legislator Sulsel mencermati permintaan kenaikan dana bantuan sosial senilai Rp 39.1 miliar menjadi 107 miliar yang diusulkan eksekutif. “DPRD harus benar-benar teliti. Ini sangat rawan karena tidak menutup kemungkinan dana tersebut dipergunakan untuk kepentingan Pilkada, ” kata Imam.
GSM adalah program yang dibentuk tim calon gubernur Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang untuk menjaring aspirasi masyarakat selama Bulan Ramadan. Soal dana sosial, Imam menambahkan sebelum DPRD menyetujui terlebih dahulu mempertanyakan pertanggungjawaban bantuan sosial yang digunakan pemerintah dalam APBD Pokok sampai bulan Agustus 2007 sebesar Rp 50,6 milyar rupiah dari total bantuan sosial yang telah dianggarkan sebesar Rp 68,2 miliar. “Saya berharap, jika DPRD Sulsel menyetujuinya nanti, pemerintah jangan mencampur adukannya. Maksud kami jangan kaitkan sumbangan dari APBD dengan kepentingan politik. Jika memang sumbangan itu murni sumbangan pemerintah, jangan mengatas namakan sumbangan pribadi,” terang Imam. Dikonfirmasi terpisah, politisi Partai Golkar, M Ruslan, mengakui angka yang tertera di draftAPBD Perubahan baru sebatas usulan. “Masih bisa berubah tergantung dari hasil pembahasan nanti,” kata Ruslan. Ia meminta masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya lewat jalur konstitusional dan elegan. (cr1)
| |
|