Blog EntryDo’a & Pengakuan SYLOct 8, '07 11:46 PM
for everyone

Ya Tuhanku Yang Maha Khalik! Aku bersyukur dan bersimpuh di hadapan-Mu, Engkau telah menjagaku dan memberi rahmat yang luar biasa padaku. Umurku Kau panjangkan, karierku Engkau tingkatkan, begitu banyak nikmat yang Kau berikan padaku. Begitu banyak keselamatan yang telah Kau Ioloskan.

Ya, Tuhanku aku pun tahu, begitu banyak dosa yang telah kuperbuat. Tapi, Engkau Tuhanku mau menjagaku dengan tidak membuka aib itu. Terima kasih, Tuhanku. Harapku, semoga Kau jadikan aku umat-Mu yang makin beribadah dan amanah untuk menjalankan tanggungjawabku pada-Mu dan masyarakatku.

Kini atas keberkahan-Mu, bangsaku kembali melaksanakan pesta demokrasi Pilkada SuIsel 2007. Aku sungguh bersyukur pada-Mu. Engkau telah memberi Bangsa Indonesia (Sulsel) sebuah kesempatan untuk menggelar Pilkada yang pertama kalinya. Kami sungguh mengetahui bahwa Pilkada kali ini adalah Pilkada yang sangat menentukan kehidupan kami semua sebagai anak bangsa. Baik itu pejabat, politisi, pengusaha, petani, tentara, tukang becak, semuuuuuuanya… berharap-harap cemas, karena Pilkada inilah jembatan yang kami harapkan sebagai jembatan untuk menemukan arah ke mana kami mau pergi.

Ya.. Tuhanku, sudah bertahun-tahun kami resmi mereformasi tatanan hukum, administrasi, perbankan, dan hal Iainnya di negeriku. Tapi sudahkah kami rnenemukan jalan yang Iebih baik? Adakah konsep pembangunan jangka panjang dan pendek yang lebih baik? Adakah partai yang Iebih baik? Adakah pemimpin yang Kau Rahmati yang lebih baik? Lebih baik kah kehidupan rakyat kami? Bukankah pengangguran Iebih besar? Bukankah orang miskin Iebih banyak? Bukankah Iebih banyak darah yang mengalir. Pertentangan dan konflik makin besar? Bukankah………?

Ya, Tuhan! Maafkan dan ampunilah aku andai aku termasuk orang yang tidak Kau Rahmati untuk bisa menemukan yang lebih baik itu. Tetapi aku harus katakan di hadapan-Mu itu, ya… inilah saatnya menunggu harapan baru itu. Ya, melalui Pilkada kali ini, walaupun Pilkada ini membuatku cemas kembali, ya… Tuhanku, karena konon, Pilkada ini adalah yang pertamakali, bisa jadi, sosialisasinya kurang, sistem pendaftaran wajib pilih semrawut, ada banyak masalah, administrasinya, kotak suara, kartu suara ikut bermasalah. Orang yang melaksanakan tidak berpengalaman, training-nya kurang. Komputernya apakah sudah baik, termasuk orang yang akan menjalankannya? Sistem parhitungan suaranya bagaimana?

Ya, Tuhanku! Kalau kondisinya membuatku cemas, maka aku dan masyarakat Sulsel hanya bisa memohon pertolongan pada-Mu. Tolong-lah, Tuhan! Aku takut pasca Pilkada. Aku takut banyak orang yang protes, banyak yang mengatakan tak sah. Hingga Pilkada bisa dinyatakan tidak sah akibat banyaknya protes itu. Apalagi dari partai yang kalah. Maukah menerima begitu saja kekalahan, karena proses pemilunya masih banyak yang tidak sempurna?

Kalau begini, Tuhanku……! Berikan aku kesabaran yang cukup bersama masyarakatku, karena surga itu masih jauh dan pasti belum dengan sendirinya tercipta sesudah Pilkada ini.

Bibirku masih terkatup. Do’a tetap menyelimuti tubuh dan mengalir dalam pembuluh darahku. Aku memang bahagia, tapi ada rasa cemas ikut menggelitik pori-poriku. Tapi haruskah aku takut dan cemas setelah segala pengharapan, telah aku ‘laporkan’ pada Ilahi? Kuyakin semuanya berjalan sesuai koridor yang diinginkan Tuhan.

Kuharap Ya Allah, semoga Pilkada ini bukanlah klimaks marah-marah. Babak dimana orang saling membabat dalam politik, saling melenyapkan bila bersaing, dan sebagainya berada dipuncak penghujung. Mudah-mudahan ya Allah, di ujung Pilkada ini diakhiri dengan perbedaan yang tidak menjurus ke partikaian.

Aku hanya bisa memasrahkan diri pada-Mu, Tuhan.

Tuhanku, kalau perbaikan itu belum juga datang, satu pintaku tetap damaikanlah kami di Sulsel. Jagalah kami agar tetap berbudaya. Jagalah kami agar tidak keluar dari tuntunan agama. Jagalah kami agar bahan makanan kami tidak terserang hama. Dan tutuplah segala virus agar tidak menyerang kami, bapak, ibu, istri, anak-anak kami, bahkan temak-ternak kami yang tidak harus mati atau punah karena serangan-serangan tersebut.

Ya.. Tuhanku jauhkan kami dari banjir-Mu dan segala bencana alam lainnya.

Tolong kami ya, Allah! Aku berserah diri pada-Mu.

Wassalam,

 

H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH


*) Buku Panduan Zikir dan Do’a bersama Muhammad Arifin Ilham, Majelis Az-Zikra 2007



Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help